Selasa, 03 Juli 2012

MEMBANGKITKAN BAKAT SENI BUAH HATI

            Tiap anak memiliki kemampuan, bakat, atau potensi diri yang berbeda. Sebagai orangtua, anda perlu mengenali hal ini. Siapa tahu, anak memiliki bakat seni. Jika potensi ini bisa dikembangkan, anak bisa menjadi sosok yang luar biasa.
            Dalam dunia pendidikan, salah satu tolok ukur kecerdasan adalah kemampuan mengerjakan soal – soal eksak yang identik dengan Intelligence Quotient (IQ). Namun, kecerdasan secara umum juga diukur dari spiritualitas (Spiritual Quotient/SQ) dan emosionalnya (Emotional Quotient/EQ). Sementara itu, bakat seni boleh dibilang merupakan upaya untuk meningkatkan sisi SQ dan EQ anak.
            Bakat seni seperti menyanyi, menggambar/melukis, menari, dan memainkan musik bisa menjadi media komunikasi anak dengan lingkarannya. Selain itu, jika mengembangkan bakat seninya, saraf motorik anak juga akan terlatih. Seni musik misalnya. Dengan mengembangkan bakat seninya, otak kiri anak akan semakin berkembang dalam menangkap dan memproses informasi atau bahasa, serta membuat visualisasi atas informasi yang diterimanya.
            Sebagai orangtua, anda bisa mengikutsertakan anak dalam sekolah nonformal seperti les atau kursus. Pendidikan dalam les akan mempertajam dan mengasah kemampuan anak sehingga melahirkan karya seni yang lebih baik lagi. Anak pun memiliki ruang utuk mengembangkan potensi dirinya, belajar berkompetisi dan bersosialisasi, serta bereksepresi lewat media seni.
Peran orangtua
            Untuk mengembangkan bakat seni buah hati, peran ada sebagai orangtua sangat esensial. Dukungan terhadap timbulnya bakat seni dalam diri anak bisa diungkapkan lewat berbagai hal sederhana.   
            Mulailah dengan cara bersikap demokratis. Dengarkanlah kata – kata anak, hargailah pendapatnya, dan doronglah untuk berani mengungkapkan pemikirannya. Jangan menghukum jika anak berbuat salah. Sebaliknya berikan penghargaan atas usaha – usaha kecil anak untuk mendorong motivasinya.
Berikan kesempatan pada anak utuk menciptakan imajinasi, merenung, dan mencari cara untuk mewujudkan ide – idenya. Biarkan buah hati bebas menuangkan warna dalam gambar, menyanyikan lagu kesukaan, atau menekan tuts piano. Hindarilah melarang atau mendikte. Biarkan anak memiliki kebebasan dalam berekspresi. Dari hasil aktivitas mereka. Anda akan tahu bakat anak yang sebenarnya. Anda hanya perlu mengenali sedari dini untuk mengarahkan dan mengembangkannya.
Sumber: Kompas Klasika, 22 April 2012
             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar